Kadang, hidup punya cara aneh untuk menguji hati yang kita kira sudah pulih. Seseorang yang dulu pernah mengisi hari-hari kita tiba-tiba muncul di hadapan, membawa serta kenangan yang lama kita kubur. Kita pun dibuat bingung: apakah hati ini benar-benar sudah sembuh, atau hanya pura-pura lupa?
Begitu pula yang dialami Amir sore itu. Senja datang seperti biasa, tetapi hatinya bergetar tak biasa. Di ujung jalan, di antara keramaian, ia melihat sosok yang pernah mewarnai harinya.
Mereka tak pernah benar-benar menjadi sepasang kekasih. Hanya dua hati yang pernah saling tahu, tanpa janji, tanpa ikatan. Meski begitu, rasa yang tumbuh di dada Amir tak pernah sederhana. Ia mencintainya diam-diam, meski diam itu akhirnya terlalu panjang.
Setelah 5 tahun Amir menganggap sudah melupakan. Ia kira rasa itu telah pudar, menjadi debu yang hilang ditiup waktu. Hati nya sudah tertutup rapat. Namun, sore itu semua kembali.
Hanya beberapa detik mereka berada di jarak yang sama, tapi bagi Amir waktu seolah berhenti. Ia pura-pura berbicara dengan temannya, padahal matanya tak lepas dari sosok itu.
Saat gadis berkacamata itu melangkah pergi, Amir justru menatap punggungnya. Tubuh mungil dan gaya jalannya yang tenang membuat harinya terasa terhenti sejenak. Ada yang sesak di dada. Semua kenangan lama menyeruak—tawa-tawa kecil, percakapan sederhana, bahkan semua kenangan pahit yang dulu sempat mematahkan hatinya.
Aku sangat merindukan mu. Gumam Amir dalam hatinya.
Gadis itu berlalu tanpa kata. Amir hanya berdiri memandangi hingga sosok itu hilang di keramaian. Jalan pulangnya terasa lebih panjang dari biasanya, langkahnya lebih berat.
Malam itu Amir menatap langit yang gelap. Ia sadar, beberapa perasaan tidak pernah benar-benar mati. Mereka hanya tidur, menunggu satu tatapan mata untuk membangunkannya.
Lalu Amir bertanya-tanya dalam hati: Apakah kita dipertemukan lagi?. Apakah ia siap jika suatu hari dipertemukan kembali, bukan hanya sebatas tatapan, tapi sebuah percakapan?. beberapa pertanyaan yang membuat dia terjaga sepanjang malam.
Dan mungkin, di sanalah cerita yang baru akan dimulai.
Penulis: Avara73
