Curug| Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Curug sukses menyelenggarakan kegiatan Musabaqoh Qiroatul Kutub di Pondok Pesantren Al Kaffah, Sukabakti, Curug, Kab. Tangerang.
Acara yang digelar pada Sabtu (1/11/2025) ini diikuti oleh sekitar 40 santri dari berbagai pesantren dan madrasah di wilayah Curug dan sekitarnya.
Musabaqoh Qiroatul Kutub merupakan ajang kompetisi membaca dan memahami kitab kuning, warisan keilmuan Islam klasik yang menjadi ciri khas dunia pesantren. Tahun ini, perlombaan dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:
-
Tingkat Ula (Dasar): Kitab Safinatun Najah
-
Tingkat Wustho (Menengah): Kitab Fathul Qorib
-
Tingkat Ulya (Lanjut): Kitab Nihayatuz Zain
Ketiga kategori tersebut diikuti dengan antusias oleh para santri, yang menampilkan kemampuan mereka dalam melantunkan, memahami, dan menjelaskan kandungan teks-teks turats (kitab klasik) dengan penuh keilmuan dan ketawadhuan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kiai Aang Munawar, Ketua MWCNU Curug, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang pembinaan dan pengembangan potensi santri di tingkat lokal.
“Musabaqoh Riroatul Qutub ini bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya untuk menyiapkan bibit-bibit santri unggul dari tingkat lokal agar dapat dibina menuju jenjang yang lebih tinggi. Melalui kompetisi seperti ini, kita menumbuhkan semangat keilmuan, berkompetisi secara sehat, dan mencintai tradisi keilmuan para ulama salaf,” ujar Kiai Aang dalam sambutannya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Kaffah, Kiai Haibar Muhamad Soleh, menyampaikan apresiasi kepada MWCNU Curug atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah Musabaqoh Qiroatul Qutub tahun ini. Kegiatan ini menghidupkan suasana pesantren, mempererat ukhuwah antar-santri, dan menjaga semangat belajar kitab kuning di tengah arus modernisasi,” tutur Kiai Haibar.
Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat, diselingi dengan penampilan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, dan penampilan marawis santri.
Para dewan juri yang terdiri dari para kiai dan ustadz berkompeten menilai peserta berdasarkan kefasihan membaca, ketepatan makna, serta kemampuan menjelaskan isi kitab secara kontekstual.
Sebagai penutup rangkaian acara, panitia akan menggelar pentas seni santri serta pengumuman para juara Musabaqoh Qiroatul Kutub pada Minggu malam, 2 November 2025, di lapangan Pondok Pesantren Al Kaffah.
Pentas seni ini akan menampilkan berbagai kreasi santri, mulai dari hadrah, drama pesantren, hingga pembacaan puisi religius, sebagai wujud ekspresi seni dan budaya Islam Nusantara.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MWCNU Curug berharap Musabaqoh Qiroatul Kutub dapat menjadi tradisi tahunan yang memperkuat semangat keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus menjadi ajang pencarian kader-kader santri yang cakap, berakhlak, dan siap melanjutkan perjuangan para ulama.
