MQK Perdana MWCNU Curug Resmi Ditutup

MQK Perdana MWCNU Curug Resmi Ditutup

‎Kamarnulis.com – Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Curug Tahun 2025 resmi ditutup pada malam Senin, 2 November 2025 bertempat di Pondok Pesantren Al-Kaffah, Sukabakti. Kegiatan penutupan yang dirangkai dengan Lailatul Ijtima’ tersebut berlangsung khidmat. (2/11/2025)

‎Hadir dalam kesempatan itu Ketua MUI Kecamatan Curug KH. Fadhil, Ketua PCNU Kabupaten Tangerang Dr. KH. Makhmud Jumhur, S.p.OG., M.Kes., Ketua MWCNU Curug KH. Aang Munawwar, M.Ag., Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kaffah Ustadz Hibar Muhammad Soleh, para pengurus Ranting dan Banom NU se-Kecamatan Curug, serta para peserta lomba.‎

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Curug KH. Aang Munawwar, M.Ag. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MQK MWCNU Kecamatan Curug ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa MWCNU Curug tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga berkomitmen menghidupkan tradisi keilmuan pesantren di tengah masyarakat.

‎“Ini bukan sekadar lomba, tapi wadah pembinaan kader ulama muda. MWCNU Curug ingin menegaskan bahwa kitab kuning tidak boleh hanya jadi pajangan rak, tapi harus terus dibaca, dikaji, dan diamalkan oleh generasi penerus,” tuturnya.

‎Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, Dr. KH. Makhmud Jumhur dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada MWCNU Curug yang dinilai berhasil menjadi pelopor MQK di tingkat kecamatan.

“MWCNU Curug telah memberi contoh nyata. MQK seperti ini penting untuk menjaga sanad keilmuan para ulama agar tidak terputus. Kita tidak ingin generasi muda kehilangan arah dalam memahami ajaran Islam yang wasathiyah,” ujarnya.

‎Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kaffah, Ustadz Hibar Muhammad Soleh, selaku tuan rumah juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai kegiatan ini menjadi sejarah baru bagi dunia pesantren di Curug.

‎“Kami merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertama MQK tingkat MWCNU Curug. Semoga semangat ini terus berlanjut di ranting-ranting lain,” ungkapnya.

Baca juga : MWC NU Kec. Curug : Merawat Tradisi keilmuan melaui MQK

‎Sebagai penutup, acara diisi tausiyah oleh Ustadz Dodi Siroj, Rois Syuriyah PRNU Curug Wetan, yang membawakan ceramah dengan gaya dongeng lucu dan ringan, sehingga membuat jamaah larut dalam suasana hangat penuh tawa.

‎Berdasarkan hasil penilaian Dewan Hakim, PRNU Sukabakti ditetapkan sebagai Juara Umum MQK MWCNU Curug Tahun 2025 dengan raihan 2 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu dengan total nilai 18 poin. Di posisi kedua ditempati PRNU Kadu dengan 1 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu dengan total nilai 18 poin, hanya kalah tipis dalam perolehan medali emas.

Narasi Feodalisme dalam Program Trans7: Kesalahpahaman terhadap Tradisi Pesantren

‎Dalam sambutannya, Ustadz Hibar yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Sukabakti mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

‎“Kemenangan ini bukan sekadar kebanggaan ranting, tapi buah dari kebersamaan seluruh kader. Semoga menjadi pemicu bagi ranting lain untuk lebih serius membina potensi santri di bidang keilmuan kitab,” ujarnya.‎

‎Menariknya, Sukabakti yang menjadi juara umum MQK juga akan kembali menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kecamatan Curug yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Semangat ini diharapkan menjadi kesinambungan antara tradisi ilmu dan seni baca Al-Qur’an di kalangan santri dan warga nahdliyin Curug. berlangsung pekan depan. Semangat ini diharapkan menjadi kesinambungan antara tradisi ilmu dan seni baca Al-Qur’an di kalangan santri dan warga nahdliyin Curug.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *