Pandeglang – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kec. Menes resmi memasuki babak baru setelah dikukuhkan dan dilantik untuk masa khidmat 2024–2027 sekaligus melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) III. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Banten yang diwakili Sekretaris Wilayah, Sahabat H. Alvi Ruzabady, bertempat di Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Ahlussunah Waljama’ah Menes. (14/11/2025)
Mengusung tema “Transformasi Kader untuk Digdaya Tradisi Nahdlatul Ulama”, kegiatan ini menjadi tonggak semangat baru bagi pengurus dan kader untuk menata ekosistem kaderisasi, memperkuat revitalisasi, serta mempertahankan tradisi Nahdlatul Ulama melalui pemanfaatan platform digital guna mengoptimalkan peran kader di berbagai lini.
Pelantikan dan PKD III tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Pengasuh YLPI Ahlussunah Waljama’ah KH. E. Ali Sibromilis Asrorie, yang merupakan putra dari pelopor deklarator Muslimat Nahdlatul Ulama Nyai Hj. Siti Sarah, pengurus MWC NU, Dewan Penasehat PAC GP Ansor Menes KH. Moh. Nurhasan, serta Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pandeglang Sahabat H. Ahmad Sahal Mahfudz.
Baca juga : MTQ Ke-XIII Kecamatan Curug 2025 Resmi Ditutup, Sukabakti Tampil Sebagai Juara Umum
Kegiatan perdana yang terdiri dari dua agenda sekaligus oleh PAC GP Ansor Menes ini berlangsung pada 14–16 November 2025 . Ketua pelaksana Muhammad Yadi menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah GP Ansor Banten, Pimpinan Cabang, Ketua MWC NU Menes, pengasuh YLPI Ahlussunah Waljama’ah, seluruh panitia, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan baik secara moril maupun materil.
Ketua PAC GP Ansor Menes Sahabat Tubagus Abduttawab memberikan pesan kepada seluruh pengurus, ranting, kader, dan anggota agar senantiasa menjaga soliditas dan solidaritas, jangan hanya membangun eksistensi yang berorientasi pencitraan, namun melupakan tugas pokok dan fungsi organisasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan PKD III selain merupakan amanat organisasi juga menjadi langkah strategis untuk melegitimasi dan menguatkan kembali struktur kepengurusan hingga ke tingkat ranting.
“Kekuatan gerakan Nahdlatul Ulama dan GP Ansor sesungguhnya terletak pada struktur paling bawah. Ketika struktur ranting tidak berjalan, kita harus antisipasi dan waspada. Ranting adalah nyawa gerakan Pemuda Nahdlatul Ulama masa depan,” tegasnya.
Pada periode kepengurusan saat ini, PAC GP Ansor Menes menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi, tidak hanya di internal Nahdlatul Ulama, tetapi juga terbuka kepada berbagai stakeholder seperti lintas lembaga, Forkopimcam, dan institusi lainnya untuk menguatkan sinergitas serta menghadirkan program yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Ditulis oleh : Fajrul
